'Dolbon' salah satu faktor penyumbang gizi buruk di Kota Serang masih tinggi
Kebiasaan buruk masyarakat Kota Serang, Banten 'Dolbon' (modol di kebon) atau buang air besar sembarangan di kebon hingga era milenial saat ini belum hilang. Akibat tradisi buruk tersebut jumlah gizi buruk dan anak cacingan di Kota Serang masih sangat tinggi.

Elshinta.com - Kebiasaan buruk masyarakat Kota Serang, Banten 'Dolbon' (modol di kebon) atau buang air besar sembarangan di kebon hingga era milenial saat ini belum hilang. Akibat tradisi buruk tersebut jumlah gizi buruk dan anak cacingan di Kota Serang masih sangat tinggi.
Dalam peringatan HKN (Hari Kesehatan Nasional) ke-59 tingkat Kota Serang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang memaparkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat di Kota Serang belum maksimal.
Sesuai dengan tag line HKN ke 59 bahwa transformasi kesehatan untuk Indonesia Maju dengan 6 pilar belum sepenuhnya diterapkan masyarakat Kota Serang.
"Untuk perilaku hidup bersih dan sehat di Kota Serang sebenarnya sudah diberlakukan, tapi kalau ditanya maksimal atau belum, sudah jelas belum maksimal," kata Ahmad Hasanudin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Rabu (22/11/23).
Contoh ODF (open defekation free) yakni bebas buang air besar sembarangan di Kota Serang belum bebas buang air besar sembarangan atau yang akrab disebut dolbon.
Masih ada beberapa wilayah di Ibukota Banten ini, yang belum terbebas dolbon, meski di beberapa wilayah mulai free dari kebiasaan buruk tersebut. Contohnya adalah di wilayah Cipocok.
"Terutama saya akan konsentrasi ke daerah utara, yaitu di Kasemen. Daerah situ masih banyak yang dolbon. Meskipun Dinas Kesehatan Kota Serang sudah melakukan berbagai program untuk bebas buang air besar sembarangan mulai dari suplai air bersih melalui program Fasimas," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Mamo Erfanto, Rabu (22/11).
Meskipun saat ini sebenarnya data perilaku buruk buang air besar sembarangan di Kota Serang menurun tahun ini dibanding tahun sebelumnya.
Perilaku tidak sehat dan dampak buruk bagi kesehatan akibat buang air sembarangan menjadi salah satu faktor meningkatnya angka gizi buruk di Kota Serang dan anak cacingan
"Contoh orang yang buang air besar sembarangan memiliki penyakit cacingan, kemudian telur cacing hasil buang air besar sembarangan berterbangan dan menempel pada makanan atau menempel pada kulit anak yang tengah bermain di tanah maka akan mengakibatkan penyakit cacingan" tandasnya.